” Pendidikan… bukanlah perusahaan yang orientasinya uang… Pendidikan… bukanlah formalitas yang penuh dengan kekosongan “.Tersebut di atas adalah potongan lirik lagu Marjinal yang berjudul ” Aku Mau Sekolah Gratis “. Jelas kutipan tersebut menggambarkan wajah bulan dunia pendidikan Indonesia.Institusi sekolah tidak lagi menjadi agen pencari bakat, pengembang potensi, dan melahirkan calon - calon pemimpin berakhlak mulia. Kini, ia hanya sebuah korporasi yang memikirkan bagaimana menghasilkan keuntungan besar tanpa peningkatan kualitas internal. Kenyataan di lapangan, ia hanya menjadi tempat menghabiskan waktu anak didik tanpa memberi makna positif.Lebih parah adalah kini ia kosong melompong walaupun ada terlihat aktivitas berjalan di sana. Kalau ia sudah seperti ini, adalah mimpi siang bolong ketika Anda yakin berpikir tentang keberadaan sebuah bangsa bermartabat.Akhir - akhir ini, media massa sedang senang menjual berita perilaku ganjil warga ruang kelas ( semoga konsumen, pirsawan tidak kecanduan berita yang dijual ), seperti kekerasan geng, video mesum,class="fullpost">aksi amoral memalukan berkedok senioritas, dan hal lain yang berkaitan. Bahkan pendidik tak sungkan melakukan aksi serupa.Sebuah pertanyaan adalah apakah pantas perilaku - perilaku tersebut mensubstitusi dan kemudian mencitrakan definisi sejati sekolah atau aktivitas pendidikan, lebih khusus di Indonesia ? Jawabannya mudah, tidak pantas, sungguh tidak pantas.Jelas pemerintah telah gagal mendefinisikan sebuah sistem pendidikan yang membangun, merdeka, pelopor, visioner, bukan sekedar rutinitas formalitas, dan berakhlak mulia.Sebuah harapan - harapan positif adalah ruang kelas ramai seperti pasar ( positif ), papan tulis kotor ( positif ), buku robek ( positif ), warga ruang kelas saling bertukar ilmu ( positif ), warga ruang kelas tidak menantikan jam istirahat dan pulang ( positif ), dan warga ruang kelas saling menasehati dalam kebaikan.Ketika harapan - harapan tersebut terwujud, adalah benar ketika Anda berpikir tentang keberadaan sebuah bangsa bermartabat.Untuk kesekian kali, ini pekerjaan rumah kita bersama.
By : Anarch [oi] !Thanx to : semua teman2 di wuluhan,ambulu,jenggawah,jember,genteng,denpasar,kuta,tabanan,singaraja,situbondo,lumajang,probolinggo,pasuruan,pandaan,bangil,porong,sidoarjo,surabaya,malang,blitar,kediri,jombang,tulungagung,jogja,semarang,solo,temanggung,jakarta,bandung,jambi,medan,balikpapan,indonesia,bumi.
Sedaun-Lontar #17 dalam periode : Fuck The Facts”abscense and despite”/Poison The Well”bowie”/Matchbook Romance”voices”/Disrupt”squandered”/King Of California : Michahel Douglas,Evan Rachel WoodOpen Wound :
Halo,ini surat cinta yang ke 17 buat kalian,meski ada beberapa rubrik yang gak bisa aku tampilkan sekarang seperti Tutur Tinular/seputar info,What Happen Next/jadwal gigs,dan review musik/bacaan.Jadi di isu 17 ini cuman ku suguhkan More Than Talking/interview,Underground Army/profil band,Free Voice/opini,serta menu-menu sedaunlontar biasanya.Kontribusi tulisan untuk isu selanjutnya masih ku buka buat kalian semua,kontak Cuplis261 : Jl.Manggar no.12 Ambulu.68172.Jember.JaTim.
+6285649 225116
sedaunlontar@yahoo.com
myspace.com/apidalamsekam
friendster.com/cuplis261sintax
silahkan meng-copy lagi sedaunlontar untuk teman-teman kalian Kidung Pamungkas
“The Masked Face”
Picture a masked face
Painted black with shining teeth
Unmask the image
Realize - you stare into a mirror!
Denude - the masked face
Free yourself from the illusion
Refine the reflection
Re-establish the fundamentals
Wash away the filth
Purify - your head is clogged with doubt!
Denude - the masked face
Free yourself from the illusion
The masked face!
By : Nasum
By : Anarch [oi] !Thanx to : semua teman2 di wuluhan,ambulu,jenggawah,jember,genteng,denpasar,kuta,tabanan,singaraja,situbondo,lumajang,probolinggo,pasuruan,pandaan,bangil,porong,sidoarjo,surabaya,malang,blitar,kediri,jombang,tulungagung,jogja,semarang,solo,temanggung,jakarta,bandung,jambi,medan,balikpapan,indonesia,bumi.
Sedaun-Lontar #17 dalam periode : Fuck The Facts”abscense and despite”/Poison The Well”bowie”/Matchbook Romance”voices”/Disrupt”squandered”/King Of California : Michahel Douglas,Evan Rachel WoodOpen Wound :
Halo,ini surat cinta yang ke 17 buat kalian,meski ada beberapa rubrik yang gak bisa aku tampilkan sekarang seperti Tutur Tinular/seputar info,What Happen Next/jadwal gigs,dan review musik/bacaan.Jadi di isu 17 ini cuman ku suguhkan More Than Talking/interview,Underground Army/profil band,Free Voice/opini,serta menu-menu sedaunlontar biasanya.Kontribusi tulisan untuk isu selanjutnya masih ku buka buat kalian semua,kontak Cuplis261 : Jl.Manggar no.12 Ambulu.68172.Jember.JaTim.
+6285649 225116
sedaunlontar@yahoo.com
myspace.com/apidalamsekam
friendster.com/cuplis261sintax
silahkan meng-copy lagi sedaunlontar untuk teman-teman kalian Kidung Pamungkas
“The Masked Face”
Picture a masked face
Painted black with shining teeth
Unmask the image
Realize - you stare into a mirror!
Denude - the masked face
Free yourself from the illusion
Refine the reflection
Re-establish the fundamentals
Wash away the filth
Purify - your head is clogged with doubt!
Denude - the masked face
Free yourself from the illusion
The masked face!
By : Nasum
0 komentar:
Posting Komentar